FAKTA INDONESIA - Bangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari berbentuk huruf “T” bukan salib ✝ seperti yang dituduhkan. Huruf T adalah simbol k...
FAKTA INDONESIA - Bangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari berbentuk huruf “T” bukan salib ✝ seperti yang dituduhkan.
Huruf T adalah simbol kekokohan sekaligus keseimbangan. Simbol T (huruf besar) juga dikenal sebagai “Temperature” sebagai kepedulian kita pada lingkungan, baik manusia dan alam. Sementara “t” (huruf kecil) adalah simbol dari “time” (waktu) yang mengingatkan kita pada pentingnya waktu.
Huruf “T” itu adalah Pertemuan Garis Vertikal (hablun minallah) dan Garis Horizontal (hablum minannas).
Kalau kita melihat huruf “T” maka garis tengah memanjang sebagai gedung utama masjid yang menjadi pusat ibadah yang bisa dilihat sebagai “batang” yang memiliki dua “dahan” yang merentang ke kanan dan kiri.
Batang dan dua dahan menyimbolkan Iman (aqidah) Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak, kebaikan, keluhuran) dalam Islam.
Iman adalah batang yang membuahkan Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak) seperti halnya bangunan masjid ruang tengah sebagai sarana utama untuk ibadah, sementara bangunan kanan kiri sebagai sarana penunjang untuk kegiatan keumatan: pendidikan, kesehatan, layanan sosial dan lainnya.
Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak, kebaikan) menjadi buah dari iman (akidah)
Ornamen bunga melati di rumah Betawi terdapat pada sisi penutup depan atap, ornamen ini merupakan simbol keceriaan, keharuman, dan keramahan terhadap siapapun, tidak heran jika masyarakat Betawi selalu terbuka bagi siapapun yang ingin bertamu ke kampungnya.
Masyarakat Betawi adalah seperti Sahabat Ansor yang menampung Sahabat Muhajirin (pendatang) dengan segala keramahannya.
Yang umum dalam logo melati Betawi memiliki 8 kelopak, tapi mengapa logo Melati Masjid Raya hanya 6 kelopak?
Jumlah kelopak tergantung pada jenis bunga melati, dari 5, 6, 8 kelopak dan seterusnya. Jadi ini soal jumlah kelopak melati tidak berhubungan dengan “octagram” atau “hexagram” dalam geometri.
Kemudian dikaitkan kalau octagram yang memiliki 8 sudut dengan geometri Islam dan hexagram yang memiliki 6 sudut dengan geometri Yahudi dan Zionis.
Karena khazanah Nusantara biasanya mengambil simbol dari apa adanya yang ada dari alam.
Angka 6 bisa menyimbolkan angka 6 Rukun Iman yang dikenal dalam Islam Ahlus Sunnah Waljamaah (Sunni) yang dianut oleh mayoritas muslim di Nusantara. Karena rukun iman yang kurang atau lebih dari 6 berarti bukan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah, misalnya Mu’tazilah dan Syiah yang memiliki 5 rukun iman.
Maka, 6 kelopak melati di Masjid Raya meyimbolkan 6 Rukun Iman Islam Ahlus Sunnah Waljamaah yang dikenal juga sebagai Islam Nusantara. Islam yang berakulturasi dengan kearifan lokal. Oleh karenanya, arsitektur Masjid Raya mengadopsi khazanah arsitektur Betawi.
Demikian penjelasan, semoga kita dihindarkan dari fitnah, tuduhan dan kebencian. (sumber: suaraislam.co)
Huruf T adalah simbol kekokohan sekaligus keseimbangan. Simbol T (huruf besar) juga dikenal sebagai “Temperature” sebagai kepedulian kita pada lingkungan, baik manusia dan alam. Sementara “t” (huruf kecil) adalah simbol dari “time” (waktu) yang mengingatkan kita pada pentingnya waktu.
Huruf “T” itu adalah Pertemuan Garis Vertikal (hablun minallah) dan Garis Horizontal (hablum minannas).
Kalau kita melihat huruf “T” maka garis tengah memanjang sebagai gedung utama masjid yang menjadi pusat ibadah yang bisa dilihat sebagai “batang” yang memiliki dua “dahan” yang merentang ke kanan dan kiri.
Batang dan dua dahan menyimbolkan Iman (aqidah) Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak, kebaikan, keluhuran) dalam Islam.
Iman adalah batang yang membuahkan Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak) seperti halnya bangunan masjid ruang tengah sebagai sarana utama untuk ibadah, sementara bangunan kanan kiri sebagai sarana penunjang untuk kegiatan keumatan: pendidikan, kesehatan, layanan sosial dan lainnya.
Islam (ibadah) dan Ihsan (akhlak, kebaikan) menjadi buah dari iman (akidah)
Mengapa Simbol Melati dan Berkelopak Enam?
Logo melati di Masjid Raya Jakarta KH Hasyim Asy’ari adalah warisan dari budaya Betawi yang biasa memasang logo melati di rumah-rumah adat. Di Indonesia, melati juga dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional.Ornamen bunga melati di rumah Betawi terdapat pada sisi penutup depan atap, ornamen ini merupakan simbol keceriaan, keharuman, dan keramahan terhadap siapapun, tidak heran jika masyarakat Betawi selalu terbuka bagi siapapun yang ingin bertamu ke kampungnya.
Masyarakat Betawi adalah seperti Sahabat Ansor yang menampung Sahabat Muhajirin (pendatang) dengan segala keramahannya.
Yang umum dalam logo melati Betawi memiliki 8 kelopak, tapi mengapa logo Melati Masjid Raya hanya 6 kelopak?
Jumlah kelopak tergantung pada jenis bunga melati, dari 5, 6, 8 kelopak dan seterusnya. Jadi ini soal jumlah kelopak melati tidak berhubungan dengan “octagram” atau “hexagram” dalam geometri.
Kemudian dikaitkan kalau octagram yang memiliki 8 sudut dengan geometri Islam dan hexagram yang memiliki 6 sudut dengan geometri Yahudi dan Zionis.
Karena khazanah Nusantara biasanya mengambil simbol dari apa adanya yang ada dari alam.
Angka 6 bisa menyimbolkan angka 6 Rukun Iman yang dikenal dalam Islam Ahlus Sunnah Waljamaah (Sunni) yang dianut oleh mayoritas muslim di Nusantara. Karena rukun iman yang kurang atau lebih dari 6 berarti bukan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah, misalnya Mu’tazilah dan Syiah yang memiliki 5 rukun iman.
Maka, 6 kelopak melati di Masjid Raya meyimbolkan 6 Rukun Iman Islam Ahlus Sunnah Waljamaah yang dikenal juga sebagai Islam Nusantara. Islam yang berakulturasi dengan kearifan lokal. Oleh karenanya, arsitektur Masjid Raya mengadopsi khazanah arsitektur Betawi.
Demikian penjelasan, semoga kita dihindarkan dari fitnah, tuduhan dan kebencian. (sumber: suaraislam.co)