'Nonjok' Banget! Menohok Komentar Kombes Sabilul Alif Tanggapi Postingan Ustadz Maheer Yang Sebut "Gerombolan Monyet Berseragam Bencong"

FaktaIndonesia.id - Postingan Ustaz Maaher at-Thuwalibi yang diduga menghina aparat kepolisian dengan menyebut “gerombolan monyet berseraga...

'Nonjok' Banget! Menohok Komentar Kombes Sabilul Alif Tanggapi Postingan Ustadz Maheer Yang Sebut "Gerombolan Monyet Berseragam Bencong"

FaktaIndonesia.id - Postingan Ustaz Maaher at-Thuwalibi yang diduga menghina aparat kepolisian dengan menyebut “gerombolan monyet berseragam bencong” langsung dibalas Kapolresta Tangerang, Kombes Pol M. Sabilul Alif,.

Lewat akun Fanpage Facebook Kombes Pol M. Sabilul Alif, SH, SIk, MSi, ia menyebut pernyataan Ustadz Maaher terkait kerusuhan di Mako Brimob, sangat menyakitkan.

Menurut Sabilul Alif, meski Ustad Maheer menggunakan metafora untuk menggambarkan napi teroris dan polisi dalam kerusuhan Mako Bimob, namun arah tulisannya sangat mudah ditebak.

Terlebih, kata dia, Ustad Maheer juga pernah menyebut pernah memetaforkan polisi dengan sebutan “monyet berseragam cokelat”.

“Maka, saat ia menyebut “gerombolan monyet”, kiranya tak sulit menebak bahwa yang ia maksud adalah aparat kepolisian,” tegas Sabilul Alif, Jumat (11/5/2018).

Berikut postingan lengkap Kombes Pol M. Sabilul Alif, SH, SIk, MSi:

Dakwah Ustad Maheer at-Thuwalibi, Metafor yang Merendahkan Kemanusiaan

Di tengah suasana duka atas gugurnya 5 anggota Polri pada insiden di Rutan Mako Brimob, ada seorang yang bergelar ustad membuat statment, yang bagi kami cukup menyakitkan.

Melalui akun facebook Ustad Maheer at-Thuwalibi, ia menuliskan bahwa peristiwa di Rutan Mako Brimob adalah peristiwa yang menggembirakan. Gugurnya bhayangkara seolah begitu indah seindah pagi hari saat Idul Fitri.

Dalam tulisannya, sang ustad memang banyak menggunakan ungkapan metafor. Ia menulis “gerombolan monyet berseragam bencong”, “pahlawan dari bumi lancang kuning gugur dijemput makhluk surgawi ke alam keabadian abadi”.

Namun, ragam gaya bahasa yang digunakan kiranya sangat cukup bagi publik untuk menerka kemana arah tulisan sang ustad. Ia membuat dikotomi bengis, yakni “pasukan berjubahkan pahlawan” dan “gerombolan monyet berseragam bencong”.

Beberapa waktu lalu, sang ustad juga pernah memetaforkan polisi dengan sebutan “monyet berseragam cokelat”. Maka, saat ia menyebut “gerombolan monyet”, kiranya tak sulit menebak bahwa yang ia maksud adalah aparat kepolisian.

Tulisan itu jelas adalah bentuk glorifikasi atau pengagungan atas tindakan terorisme. Sikap seperti itulah yang makin merekahkan paham radikal dan gerakan teror di Indonesia.

Dengan congkak ia mengilustrasikan meninggalnya teroris dengan predikat “pahlawan dari bumi lancang kuning gugur dijemput makhluk surgawi ke alam keabadian abadi”. Sedangkan, bagi anggota Polri yang gugur ia menyebut “monyet berseragam bencong dikabarkan tewas mengenaskan”.

Meninggalnya anggota Polri ia sambut dengan ucapan tahmid. Ia mengucap “alhamdulillah” atas gugurnya anggota Polri dalam tugas. Saya bertanya, di mana sisi kemanusiaan sang ustad? Jika pun tak suka dengan polisi, apakah pantas menyebutnya dengan “monyet”? Bukankah seorang ustad harusnya berdakwah dengan penuh hikmah, tutur kata yang santun?

Dan, apakah pantas mengucap “alhamdulillah” untuk kematian orang lain? Andai misalnya, rumah tetangga saya kebakaran dan rumah saya tidak, pantaskah saya mengucap “alhamdulillah”? Apalagi, mengucap “alhamdulillah” untuk merayakan wafatnya sesama manusia yang bekerja untuk negara, menafkahsi anak dan istrinya?

Bukankah ucapan tahmid itu lebih kepada merendahkan harkat dan martabat manusia sekaligus keagungan Yang Maha Kuasa ketimbang pujian kepada-Nya?

Betapa bahagianya sang ustad atas peristiwa itu. Ia luput memikirkan perasaan keluarga korban, anak korban, istri korban, bahkan salah satu anggota yang gugur, anaknya lahir sehari setelah ia wafat. Bagaimana Islam bisa begitu bengis dan antagonis di pikiran sang ustad itu?

Sang ustad pun melabelkan predikat munafik kepada siapa pun yang tak gembira atas insiden itu. Di tangan dan mulut ustad seperti ini, lihatlah Islam yang rahmatan lil ‘alamin menjadi dipersepsikan angkuh, congkak, jemawa, dan tak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin kita harus bergembira atas kematian saudara kita?

Ia menyebut, meninggalnya anggota akan mengurangi jumlah anggota yang, kata si ustad, eksistensi Polri hanya menyebarkan marabahaya bagi kehidupan manusia dan peradaban dunia.

Bagi saya, dan bagi yang berpikiran waras, yang harus berkurang adalah populasi pemikiran dan sikap seperti yang sang ustad pertontonkan. Maka, saya pun heran saat sang ustad justru kabarnya akan diberi panggung oleh salah satu stasiun televisi swasta pada Ramadan nanti.

Bayangkan, di layar kaca ia mendapat kesempatan mengakses untuk menyebarkan pahamnya yang kurang ajar itu ke seluruh penjuru negeri. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan, dan siapa saja bisa terkontaminasi pemikiran kotornya.

Jika ia meyakini bahwa gerakan teror adalah gerakan jihad, kenapa tidak ia yang paling pertama menjemput kematian? Bila ia mengamalkan bahwa membunuh jaminannya surga, kenapa bukan ia yang berangkat terlebih dahulu kesana?

Justru, ia malah meracuni orang-orang yang punya niat tulus belajar agama. Ia korban jiwa-jiwa yang sedang mencari Tuhan demi ambisi membunuh sesama manusia.

Padahal, seorang yang berilmu yang fanatik terhadap suatu mazhab (pemahaman/ajaran) maka keadaan orang berilmu itu jauh lebih buruk daripada orang bodoh. Karena, saat ia secara aktif fanatik pada pemahamannya, ia sebenarnya tidak sedang fanatik terhadap Islam melainkan fanatik terhadap pemahamannya.

Maka, menolak pemikiran sang ustad bukan berarti menolak ajaran Islam. Memerangi gerakan radikal dan teroris bukan sedang memerangi Islam. Dan mengutuk aksi teror tidak sedang mengutuk Islam.

Sebab, pemikiran radikal bukan pemikiran Islam. Paham radikal dan gerakan teror sama sekali tidak merepresentasikan Islam. Oleh karena itu, kami berharap agar pihak stasiun Tv meninjau ulang kebijakkannya memberi slot kepada sang ustad.

Masih banyak dai yang dakwahnya sejuk yang dapat mendamaikan sekaligus mempersatukan Indonesia. Salam.

'Nonjok' Banget! Menohok Komentar Kombes Sabilul Alif Tanggapi Postingan Ustadz Maheer Yang Sebut "Gerombolan Monyet Berseragam Bencong"


(pojoksatu.id)



Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: 'Nonjok' Banget! Menohok Komentar Kombes Sabilul Alif Tanggapi Postingan Ustadz Maheer Yang Sebut "Gerombolan Monyet Berseragam Bencong"
'Nonjok' Banget! Menohok Komentar Kombes Sabilul Alif Tanggapi Postingan Ustadz Maheer Yang Sebut "Gerombolan Monyet Berseragam Bencong"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMp-9SoGHN3L6XqbLHc1UXCZwix8Pr-q46AKL9CNxDCMjG40RKaQM1GRGEeIb3EwtazfdS0HMAKrtkV8sJXKOyoDcaqGlU_nLXtdMOlpyp7bJsAedlTGL5dPUUxlwBI4h7mhbA0CKj3UYM/s640/Kombes+Pol+Sabilul+Alif.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMp-9SoGHN3L6XqbLHc1UXCZwix8Pr-q46AKL9CNxDCMjG40RKaQM1GRGEeIb3EwtazfdS0HMAKrtkV8sJXKOyoDcaqGlU_nLXtdMOlpyp7bJsAedlTGL5dPUUxlwBI4h7mhbA0CKj3UYM/s72-c/Kombes+Pol+Sabilul+Alif.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2018/05/banget-menohok-komentar-kombes-sabilul.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2018/05/banget-menohok-komentar-kombes-sabilul.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy