Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diperiksa Di Bandara. Image: Tribunnews FaktaIndonesia.id - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sedianya ter...
![]() |
| Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diperiksa Di Bandara. Image: Tribunnews |
Namun rencana itu urung terlaksana karena Gatot mendapat pemberitahuan dirinya ditolak masuk ke negeri Paman Sam.
Gatot dijadwalkan terbang menggunakan maskapai penerbangan Emirates EK 0357, Sabtu (21/10). Dia telah mengurus visa keberangkatan bersama istri dan rombongan delegasi jauh hari.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, beberapa saat sebelum terbang, Gatot diberitahu oleh pihak maskapai Emirates bahwa dirinya ditolak berangkat ke AS.
Pemberitahuan dari maskapai penerbangan menyatakan bahwa Gatot bersama rombongan tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom n Border Protection.
"Penolakan ini datangnya dari maskapai Emirates. Kami sekarang sedang penjelasan kepada pihak AS," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Wuryanto kepada wartawan di Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Minggu (22/10).
Atas kejadian ini, Gatot beserta rombongan memutuskan tidak akan menghadiri undangan tersebut sampai ada penjelasan resmi dari Pemerintah AS.
Berdasarkan keterangan yang didapat, Gatot bersama sejumlah delegasi asal Indonesia rencanya bertolak ke Washington pada 21 Oktober sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah administrasi dan kelengkapan visa pun dilaporkan telah dipenuhi Gatot bersama sejumlah delegasi Indonesia lainnya.
Selain itu, Gatot telah melapor kepada Presiden Joko Widodo melalui ajudan, Menteri Luar Negeri dan Menkopolhukam tentang masalah tersebut serta berkirim surat kpd Panglima Angkatan Bersenjata AS Jendral Joseph. F. Durfort Jr.
Indonesia Telah Mengirim Nota Diplomatik
Menyikapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, pemerintah Indonesia telah mengirimkan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kepada pemerintah Amerika Serikat.
"KBRI Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk mengklarifikasi kejadian kemarin malam. Pagi ini, Kemlu RI juga telah mengirim nota diplomatik kepada Kedubes AS di Jakarta untuk meminta keterangan lebih lanjut soal insiden ini," kata Arrmanatha melalui keterangan tertulis yang didapat CNNIndonesia.com pada Minggu (22/10).
Lebih lanjut, Arrmanatha mengatakan, Menlu Retno juga telah berbicara dengan Duta Besar AS untuk segera memberikan klarifikasi.
"Mengigat Dubes AS sedang tidak berada di Jakarta, wakil Dubes AS akan kami panggil besok ke Kemlu RI demi memberikan keterangan," kata Arrmanatha. (CNNIndonesia)
