Langkah Jitu Jokowi, Mengunci Anies di Jakarta

FAKTA INDONESIA -  Saya tidak pernah berhenti mengagumi langkah-langkah senyap Jokowi dalam permainan catur politiknya. Setiap bidak yang di...

FAKTA INDONESIA - Saya tidak pernah berhenti mengagumi langkah-langkah senyap Jokowi dalam permainan catur politiknya. Setiap bidak yang diangkat dan diletakkan di kotak baru, sudah melalui pemikiran panjang dengan bermacam-macam rencana cadangan yang tidak terlihat dan sudah dipikirkannya matang-matang. Saat membiarkan si A diambil lawan, Jokowi sudah mempertimbangkan segala macam kemungkinan untung-ruginya. Ia tidak akan membiarkan satu pun bidaknya lepas tanpa perencanaan lanjutan yang rumit dan hanya beliaulah yang tahu langkah berikutnya.

Ketika Anies Baswedan dilepas Jokowi dari kabinet kerjanya, hampir bisa dipastikan kita tidak diberi cukup informasi, mengapa orang “sehebat” Anies dilepasnya. Kita hanya mendengar : “Katanya”. Katanya, Anies gagal menyebarkan KIP. Katanya, Anies gagal mengontrol uang 23 trilyun yang tidak jelas peruntukkannya untuk sertifikasi guru. Katanya, Anies pencitraan. Katanya, Anies tidak bisa kerja. Namun, tidak ada satu pun yang terkonfirmasi. Jokowi membiarkan kita menebak-nebak langkah selanjutnya.

Saya hampir yakin, tidak ada satu pun peristiwa besar yang terjadi di negeri ini tanpa pengaturan bidak catur Jokowi. Perlahan, satu per satu misteri langkahnya terlihat, bukan sebelum peristiwa tersebut terjadi atau saat terjadi. Tapi justru ketika peristiwa itu sudah hampir basi. Kita baru sadar. Kita baru bisa merunut kembali langkahnya. Oh ini ke sini, itu ke situ. Oh arahnya yang ini ke sini, oooo ternyata itu begitu toh maksudnya. Jokowi adalah dalang. Ia membiarkan kita menontonnya mengendalikan anak wayangnya dan membuat kita bertanya-tanya sendiri, menunggu cerita akhir dari masing-masing anak wayangnya tanpa kita tahu bagaimana langkah berikutnya.

Saya ingin ber-Teori Konspirasi mengenai turunnya Anis sebagai Menteri di Kabinet Jokowi. Saat itu, Anies bukan orang yang rajin pamer diri di media atau marah-marah di televisi seperti Jonan. Anies bahkan jarang tampil. Saya hanya ingat Anies sebagai menteri yang ngganteng dan program Antar Anak ke Sekolah pada Hari Pertama Sekolah. Tidak ada yang luar biasa dari sepak terjangnya, untuk anak saya yang bersekolah di Yogyakarta. Kalau di pelosok terpencil, entahlah.

Saat Anies dilengserkan, Ahok di Jakarta adalah raksasa besar yang berkibar. Ia sosok tunggal “penguasa” Jakarta. Ia tidak terkalahkan. Pengumpulan KTP warga untuk Ahok  maju lewat jalur independen, dengan mudah meraih 1 juta lembar. Semuanya terverifikasi. Ucapan Ahok adalah sabda yang menggema dan menggetarkan Jakarta, dan menakutkan PNS yang berusaha hidup dengan gaya feodal yang nyaman. Kata “Pecat!” jadi hiburan setiap kali buka berita online. Ahok adalah fenomena. Kita senang melihat Ahok memaki-maki PNS lebay atau beradu argumen dengan anggota DPRD.

Sosok lawan Ahok, tidak ada yang sebanding. Ketika Sandi sibuk berkampanye sendiri, ia seperti kelereng yang melawan balon raksasa. Begitu juga calon-calon lawannya. Ahok tampak begitu tidak terkalahkan. Namun sosok Ahok yang kontroversial, double minoritas, bukanlah sosok yang menguntungkan langkah Jokowi selanjutnya. Lawan politik tidak pernah bosan mencap dan menghembuskan isu bahwa Jokowi adalah PKI. PKI, entah mengapa, identik dengan China. Padahal ketika PKI meletus, orang-orang China banyak yang mati sia-sia. Sementara, sebagai mantan Wakil Gubernur Jokowi, sosok Ahok melekat kuat sebagai “Sahabat Karib” Jokowi. Jokowi adalah Ahok. Ahok adalah Jokowi. Bukan hal yang mustahil jika pada pergulatan termin kedua nanti, isu PKI ini akan semakin kencang dihembuskan. Dan besar kemungkinan, isu Jokowi sebagai si Pembela China akan dimainkan. Etnis China di negeri ini tidak punya tempat terhormat dan isu China adalah isu yang mudah terbakar dan digerakkan untuk menghancurkan. Jokowi menyadari hal ini. Ia adalah dalang. Dan kita adalah anak wayangnya.



Lawan-lawan politik yang berseberangan dengan kubu Jokowi, berusaha bongkar-pasang calon Gubernur untuk mendapatkan lawan yang tangguh melawan Si Double Minoritas ini.

Isu ambisi besar Anies untuk menjadi Presiden Republik ini sudah terlihat dari ikutnya Anies di Konvensi Mencari Presiden Partai Demokrat. Isu itu kembali berhembus ketika dana sertifikasi guru sebesar 23 trilyun kembali berhembus. Jutaan guru dan jutaan pemilih pertama diperkirakan akan menjadi jalur mulus Anies menuju kursi RI 1 di periode nanti. Pemilih pertama, tentu tidak mudah lupa sosok Menteri Pendidikan yang manis, ganteng, banyak senyum, ramah, kebapakan, mengayomi, dan segudang hal baik lainnya. Mereka dengan mudah diharapkan akan menjadi pembuka gerbang kemenangan. Belum lagi jutaan guru yang berterima kasih atas uang sertifikasi yang mereka terima selama bertahun-tahun. Tanpa sadar, buat mereka Anies adalah sosok teladan yang baik hati, penyelamat mereka.

Dua kondisi inilah yang, menurut saya, menjadi bagian dari pemikiran langkah strategis bidak catur Jokowi. Anies harus turun. Tapi tentunya, tidak bisa sekedar turun. Ada Ahok yang berkibar di Jakarta tanpa lawan. Dengan pertimbangan matang, dicopotlah Anies. Berikutnya, kita bisa melihat bagaimana para lawan politik Jokowi menyambut kehadiran Anies seperti kumpulan ikan hiu yang melihat percikan darah. Anies segera disambut, dibalutkan luka hatinya, dibersihkan rasa malunya, dan diangkat sebagai calon tanding Ahok. Persis seperti rencana gelap Jokowi.

Jokowi sudah bisa memprediksi, Anies yang muslim, intelektual muda, berasal dari keluarga Baswedan yang terhormat, mantan Menteri Pendidikan, adalah golden ticket untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Anies dengan mudah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, yang sebagian penduduknya masih mudah terprovokasi isu SARA dan masih sakit hati digusur Ahok. Kalimat “Sebagian besar penduduk Jakarta menginginkan Gubernur baru” yang terus dikumandangkan Anies saat kampanye adalah mewakili mereka yang tersingkirkan seperti dirinya. Mereka tersingkirkan Ahok. Anies tersingkirkan Jokowi. Tidak ada yang lebih berbahaya dari dua orang sakit hati, bersatu.

Satu hal yang Anies tidak sadar, dengan terpilihnya beliau sebagai Gubernur DKI, kesempatan untuk menjadi Presiden RI pada Pemilu periode 2019, hilang. Anies terkunci di Jakarta. Anies terkunci oleh ucapannya sendiri yang digunakannya untuk meledek Jokowi bahwa ia tidak akan meninggalkan Jakarta untuk Pemilu 2019. Anies dikunci di Jakarta. Satu lawan Jokowi, tumbang.

*Opini ini hanya buah pemikiran saya pribadi, hasil membaca berita dan menonton televisi 😉

Oleh: Liza Lie, Seword.com


Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Langkah Jitu Jokowi, Mengunci Anies di Jakarta
Langkah Jitu Jokowi, Mengunci Anies di Jakarta
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiImFINmp-skC2f7PBA0q9hb41ENaoo2F0Si0yK6W0P8A-akKDNqLEx4e8Ddbn12qiuzkAgUN1YLb7LmdeoeqGLxOwHlCAmJkG3IY69mgu3YemIfWRwJtIwRbl7TBtmuOdSZIV_2uulNFE/s640/Jokowi+dan+Anies+Baswedan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiImFINmp-skC2f7PBA0q9hb41ENaoo2F0Si0yK6W0P8A-akKDNqLEx4e8Ddbn12qiuzkAgUN1YLb7LmdeoeqGLxOwHlCAmJkG3IY69mgu3YemIfWRwJtIwRbl7TBtmuOdSZIV_2uulNFE/s72-c/Jokowi+dan+Anies+Baswedan.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2017/04/langkah-jitu-jokowi-mengunci-anies-di.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2017/04/langkah-jitu-jokowi-mengunci-anies-di.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy