Berita Hoax Ahok, FPI, dan Demo 4 November

Hoax Demo Hari Ini FaktaIndonesia.ID -  Kabar bohong atau hoax beredar di dunia maya, disebar dari satu akun ke akun lain, berpindah dari Fa...

Hoax Demo Hari Ini
FaktaIndonesia.ID - Kabar bohong atau hoax beredar di dunia maya, disebar dari satu akun ke akun lain, berpindah dari Facebook ke Twitter, Twitter ke WhatsApp grup, dan dalam beberapa jam - tanpa diketahui siapa yang pertama menyebarnya - pesan itu telah mengundang amarah atau rasa takut pengguna.

Ini adalah kekhawatiran yang muncul belakangan, terutama setelah Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dituding melakukan penistaan agama - sebuah tuduhan masih diselidiki oleh kepolisian.

Tapi pengamat media sosial Nukman Luthfie kepada BBC Indonesia mengatakan, ''(kabar-kabar bohong) itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan secara berlebihan. Sekadar khawatir iya, makanya pemerintah harus bertindak, karena tetap saja masih bisa ada yang bisa termakan,' katanya.
''Tapi tidak usah berlebihan, karena orang-orang yang sehat di media sosial itu banyak, mereka yang akhirnya menentramkan sendiri, tidak usah pusing.''

Ini bukan pertama kali dan bukan yang paling keras fitnahnya, kata Nukman. ''Sosial media juga tidak seheboh yang kemarin karena orang sudah belajar, mana yang hoax, mana yang editan, dan mana akun palsu, bagaimana cara informasi yang benar. Jadi walau ada yang main-main di situ (membuat berita hoax) tidak ada gunanya. Dibantah juga sudah selesai. Tidak mempan lagi.''
Berikut BBC Indonesia merangkum sejumlah kabar bohong yang beredar di media sosial dalam sebulan terakhir.


1. Palsu: aksi bom, penembakan, pembunuhan

Pesan ini setidaknya beredar di WhatsApp dan Facebook, diklaim berisi arahan wakil komandan Brimob kepada intelijen dan pengamanan internal terkait pengamanan unjuk rasa besar yang rencananya dilakukan 4 November mendatang.

Isinya cukup mengkhawatirkan, menjabarkan kemungkinan kerusuhan dibeberapa titik seperti di Balai Kota, Monas, Bekasi, Tangerang, dan lainnya. Juga memuat adanya 'pelaku teror yang menyiapkan aksi bom, penembakan, dan pembunuhan dengan sasaran kantor kedutaan' dan 'rencana penyerangan ke perumahan elite dan mal'.

Nyatanya? Ini hanya karangan belaka, kata polisi. Kepolisian telah mengeluarkan pengumuman di Twitter resmi mereka dan menegaskan kabar tersebut bohong belaka. "Jangan dipercaya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Boy Rafli Amar kepada wartawan.

Kerusuhan? Akun Twitter Divisi Humas Polri menyebut kabar ini bohong belaka.


2. Satu kata yang mengubah arti

Satu kata bisa mengubah arti. Itu yang tercermin dalam sebuah hoax yang tersebar di media sosial. Seseorang mengambil berita Kompas.com dan mengganti satu kata dalam judul sehingga membuat artinya menjadi sama sekali lain. Bandingkan:

ASLI - Ahok: Kamu kira kami BOHONG bangun masjid dan naikkan haji marbut?

PALSU - Ahok: Kamu kira kami NIAT bangun masjid dan naikkan haji marbut?



Artikel asli berisi pernyataan Ahok yang mengklaim bahwa program-programnya pro umat Islam. Anda bisa membacanya di sini.

Kompas.com akhirnya menaikkan artikel terkait berita hoax itu yang diduga disebar oleh akun Twitter @TweetParpol.

3. Jabat tangan Ahok dan Habib Rizieq

Foto Habib Rizieq yang berjabat tangan dengan Ahok ini adalah foto editan yang diolah oleh seorang 'seniman Photoshop' bernama Agan Harahap yang memang dikenal dengan editan-editan foto tokoh terkenal dari aktris Angelina Jolie, Kim Kardashian, hingga petinju terkenal Filipina Manny Pacquiao.

Dia mengunggah foto editan itu dalam akun Facebook-nya dan mendatangkan reaksi yang beragam. Orang-orang yang rajin mengikuti karyanya langsung mengerti bahwa itu adalah editan yang disengaja. "Damai dunia," kata satu pengguna. Tapi ada juga yang menganggapnya sangat serius. "Berhentilah hasut dan fitnah. Tambah ngerusak bangsa," kata yang lain.


4. 'Jakarta hari ini, media bungkam'

Tidak jelas siapa yang pertama kali mengunggahnya, tetapi pada 11 Oktober 2016 sebuah gambar unjuk rasa besar muncul dengan keterangan ''Jakarta hari ini... media bungkam''. Pesan ini dibagikan dari satu akun ke lainnya, dari Facebook, Twitter, hingga WhatsApp - mempertanyakan mengapa media tidak meliput demonstrasi soal Ahok yang sangat besar ini?

Sebuah unggahan yang muncul di Twitter. Belum jelas siapa yang pertama kali memunculkan pesan ini.

Apa yang awalnya adalah satu unggahan di internet, dalam beberapa jam telah berlipat ganda.

Demo 11 Oktober?


Namun apa yang salah dari pesan itu? Nyatanya, tidak ada demonstrasi besar pada 11 Oktober terkait Ahok di Jakarta. Foto yang ditampilkan tampaknya adalah foto yang dicatut dari demonstrasi beberapa waktu sebelumnya - juga terkait Ahok.

Demonstrasi memang terjadi, tiga hari kemudian, pada 14 Oktober 2016. Tapi berita bohong tentang 'media yang alpa meliput peristiwa besar' sudah terlanjur tersebar di dunia maya. Siapa yang dirugikan?

5. Sebanyak 500 orang dari Cina datang dukung Ahok?

Kabar yang tersebar akhir Oktober ini masih banyak ditemukan di internet. Isinya seakan-akan seperti laporan via WhatsApp antara anggota polisi dan komandannya terkait kedatangan ''pasukan Cina yang (akan) menghadapi demo bela Islam untuk membela Ahok''. Polisi telah menegaskan berita ini tidak benar.



Baca: 500 Pasukan Khusus Tiongkok Tiba Akan Hadang Aksi 4 November dan Buat Kerusuhan di Jakarta? [Hoax or Not]

Kabar yang tersebar akhir Oktober ini masih banyak ditemukan di internet. Isinya seakan-akan seperti laporan via WhatsApp antara anggota polisi dan komandannya terkait kedatangan ''pasukan Cina yang (akan) menghadapi demo bela Islam untuk membela Ahok''


6. 'Polisi periksa Amien Rais'

Dalam kabar yang tersebar di dunia maya, Kapolri disebut akan melakukan pemeriksaan terhadap Amien Rais, politisi dan mantan ketua MPR, yang menunding Presiden Joko Widodo melindungi Ahok. Beredar juga foto berisi poin-poin 'arahan kapolri' yang salah satunya meminta adanya 'penggalangan tokoh-tokoh pro-Ahok agar tetap membela Ahok'.

"Berita bohong," kata Kepala Bareskrim Polri Ari Dono Sukmanto kepada BBC Indonesia. "Masih kita selidiki." Selengkapnya bisa dibaca di sini.


7. Penuh atau sepotong?

Ini bukan termasuk kabar bohong, tetapi video yang diunggah Buni Yani terkait Ahok yang mengutip surat Al-Maidah memicu debat terkait apakah sebuah pesan bisa memiliki arti beda ketika dikutip sepotong-sepotong.

Baca: Umat Islam Terprovokasi, Begini Kronologi Lengkap Ucapan Ahok Soal Al-Maidah Yang Dipelintir Disebut Melecehkan Al-Qur'an

Dalam video yang diunggah Buni Yani, video dimulai di tengah kalimat. ''.....bapak/ibu gak bisa pilih saya, ya kan karena dibohongin pakai surat Al-Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu.''

Dalam video yang utuh, kalimat lengkapnya adalah: ''Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho. Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu.''

Baca: Jelang Demo 4 November Muncul Petisi "Jalankan Proses Hukum Buni Yani, Pengedit dan Provokator"

Polisi mengatakan bahwa Buni Yani tidak terbukti melakukan pengeditan atas video -seperti yang banyak dituduhkan. Dalam Facebook-nya, Buni Yani mengklaim dirinya telah menjadi sasaran teror setelah mengunggah video tersebut. Hingga kini, perbincangan terkait 'pengunggahan video yang sepotong-potong' masih ramai didebatkan.


Sumber: BBC
Editor: Kay



Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Berita Hoax Ahok, FPI, dan Demo 4 November
Berita Hoax Ahok, FPI, dan Demo 4 November
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTxng5gRGJYiPvH53T7RDqFqM5OJd2vhgCcj0u-gz7jLxGODCcZTycOH_H-XgcYbs7lNqOO5Gz5THu1L-NhfnR8Iwif5FqTxAiAi0dXmq_zR8YEnegEI5CCE_-MHIIPkPm1oA2hyQ6jpU/s640/Jakarta+Bungkam-.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTxng5gRGJYiPvH53T7RDqFqM5OJd2vhgCcj0u-gz7jLxGODCcZTycOH_H-XgcYbs7lNqOO5Gz5THu1L-NhfnR8Iwif5FqTxAiAi0dXmq_zR8YEnegEI5CCE_-MHIIPkPm1oA2hyQ6jpU/s72-c/Jakarta+Bungkam-.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/11/berita-hoax-ahok-fpi-dan-demo-4-november_69.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/11/berita-hoax-ahok-fpi-dan-demo-4-november_69.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy