Menonton Bobroknya Politik Dinasti di Negeri Ini, Parpol Tak Berdaya, Hanya Jadi Alat Stempel

FaktaIndonesia.id, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, mengatakan saat ini mul...

FaktaIndonesia.id, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, mengatakan saat ini mulai ada politik dinasti untuk memenangkan pilkada.

Pasalnya, calon kepala daerah dari dinas politik memiliki dua kekuatan, yakni modalitas serta popularitas.

Dua kekuatan tersebut, menjadi daya tarik parpol untuk mengusung mereka di tengah keterbatasan sumber daya internal.

"Parpol diuntungkan kalau mengusung calon pasangan dari dinasti politik. Mereka lebih mandiri dalam menghimpun dana dan tak sulit untuk membangun popularitas," ujarnya.

Hal itu, sambung Hafidz, terlihat dari banyaknya dukungan parpol yang mengusung calon yang keluarganya sudah memiliki akar kuat di daerah.

Biasanya hal itu terjadi di daerah yang minim kualitas sumber daya manusia. Meski hal itu juga membuktikan bahwa mesin parpol belum berjalan optimal dalam menghasilkan kader berkualitas.

Akibatnya, parpol cuma menjadi alat stempel yang justru membuka ruang besar bagi kelanggengan dinasti politik.

"Ini simbiosis mutualisme. Mesin parpol jadi tak perlu bekerja ekstra," tegasnya. 

Meski sulit, Hafid berharap berhenti bersikap pragmatis dan menyadari daya rusak yang ditimbulkan oleh politik dinasti.

Menurutnya, penting bagi partai politik membenahi sistem pencalonan dalam pilkada sehingga keluarga petahana tidak begitu saja menjadi calon.

Artinya, ada sistem seleksi calon peserta pilkada yang berlangsung secara transparan sehingga rakyat pun dapat melihat kandidat yang berkualitas.

Sebagai gambaran, kebobrokan politik dinasti di daerah terkuak sejak Gubernur Banten Atut Chosiyah terjerat kasus korupsi pada 2013. Praktik korupsi tersebut juga melibatkan kerabatnya.

Sementara di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi karena dugaan kasua suap. 

Yan menjadi bupati menggantikan ayahnya, Amiruddin Inoed, yang juga pernah diperiksa KPK terkait masalah alih fungsi hutan.

Pada Pilkada 2017, tercatat keluarga petahan maju di daerah masing-masing. Dodi Reza Alex, putra sulung Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin,  mendaftar di KPU Musi Banyuasin, Sumsel, untuk ikut pilkada di daerah itu.

Dodi yang berpasangan dengan Beni Hernedi diusung 11 partai politik atau menyapu bersih semua kursi di DPRD Musi Banyuasin.

Saat ini, Beni Hernedi adalah Pelaksana Tugas Bupati Musi Banyuasin. Beni menduduki posisi tersebut setelah Bupati Musi Banyuasin sebelumnya, Pahri Azhari, tersandung masalah hukum.

Sementara, Istri Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, Dewanti Rumpoko, mendaftar untuk ikut Pilkada Kota Batu. Ia menggandeng Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu periode 2012-2017.

Adapun Andika Hazrumy, anak mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tercatatsebagai bakal calon Wakil Gubernur Banten.

Ia mendampingi Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang periode 2003-2013 yang menjadi bakal calon gubernur. Wahidin-Andika menjadi pasangan pertama yang mendaftar di KPU Banten.

Di Kalimantan Barat, anggota DPR dari Fraksi PDI-P, Karolin Margret Natasa, yang juga putri Gubernur Kalbar Cornelis, mendaftarkan diri menjadi peserta Pilkada Kabupaten Landak berpasangan dengan petahana Wakil Bupati Landak Heriadi. (Sumber: jpnn.com).


Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Menonton Bobroknya Politik Dinasti di Negeri Ini, Parpol Tak Berdaya, Hanya Jadi Alat Stempel
Menonton Bobroknya Politik Dinasti di Negeri Ini, Parpol Tak Berdaya, Hanya Jadi Alat Stempel
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4VNXESJe2-U7Jd-7t6Cf-81u1mEUzTfw19Li9B6ZXz02ShHx4Y5sANc2gRLKBhxsUZg4oVCVSd7hA0DrcWXTVwKQuffQJ1_SHqAy_82PyjYukDKFKp9cPSH3IkGwzqHs276hkH_ieOOI/s640/politik+dinasti.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4VNXESJe2-U7Jd-7t6Cf-81u1mEUzTfw19Li9B6ZXz02ShHx4Y5sANc2gRLKBhxsUZg4oVCVSd7hA0DrcWXTVwKQuffQJ1_SHqAy_82PyjYukDKFKp9cPSH3IkGwzqHs276hkH_ieOOI/s72-c/politik+dinasti.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/09/menonton-bobroknya-politik-dinasti-di.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/09/menonton-bobroknya-politik-dinasti-di.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy