Kesaksian Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tentang Kebobrokan HTI

Harist Abu Ulya, salah satu tokoh HTI yang dianggap provokator oleh Ujang, sehari-hari menggunakan produk kapitalisme. FaktaIndonesia, Bogor...

Harist Abu Ulya, salah satu tokoh HTI yang dianggap provokator oleh Ujang, sehari-hari menggunakan produk kapitalisme.

FaktaIndonesia, Bogor. Pada minggu lalu (2/6/2016) saya sholat dzuhur di masjid kampus Institute Pertanian Bogor (IPB). Sambil menunggu teman yang akan menjemput saya ke tempat kos-kosannya, saya duduk di serambi masjid. Ketika saya sedang sibuk mengirim pesan WhatsApp kepada teman saya, tiba-tiba seorang mahasiswa duduk di dekat saya.

Kami berkenalan dan mahasiswa tersebut bernama Ujang (bukan nama sebenarnya).
Mahasiswa tersebut kemudian mengajak saya ngobrol ke sana kemari. Awalnya kami sekedar basa basi dan ngobrol tentang asal usul dan kegiatan kami sehari-hari. Namun akhirnya kami ngobrol masalah politik yang sedang menjadi bahan pembicaraan di negeri ini.Slah satu pembicaraan kami adalah mengenai lika-liku kelompok Islam radikal.

Ujang mengaku bahwa dia masih aktif di salah satu ormas Islam yang terkenal, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Akan tetapi, dia juga menyatakan keinginannya untuk keluar dari HTI.  

Ketika saya tanya mengapa dia tertarik bergabung dengan HTI, dia menjawab bahwa dulu dia tertarik dengan kampanye HTI untuk menegakkan khilafah Islamiyah. Lalu, ketika saya tanya lagi mengapa dia ingin meninggalkan HTI, dengan panjang lebar dia menjelaskan alasannya seperti ini.

Menurut Ujang, khilafah Islamiyah yang digembar-gemborkan oleh HTI hanyalah sekedar barang dagangan yang dijual HTI untuk mengeruk keuntungan dari para anggotanya.

Dengan jualan isu khilafah Islamiyah, para pemimpin HTI berhasil meyakinkan para anggotanya untuk menyumbangkan uang kepada HTI.  Sayangnya, uang tersebut tidak digunakan untuk kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan, akan tetapi hanya digunakan untuk memperkaya para para pemimpin HTI.

Ujang selanjutnya menuturkan, bahwa dia sudah muak dengan kemunafikan yang dipertontonkan oleh para pemimpin dan anggota HTI. Misalnya, mereka mengatakan bahwa demokrasi adalah suatu bentuk kekafiran. Akan tetapi, mereka sendiri justru mengamalkan demokrasi dengan banyak melakukan demo-demo.

Ujang menambahkan, kalau HTI memang sungguh-sungguh menentang demokrasi, seharusnya HTI mengharamkan kegiatan demonstrasi. Rupanya, HTI sengaha aktif melakukan demo agar HTI banyak mendapatkan publikasi media. Nah, publikasi media inilah yang kemudian mereka pakai untuk menarik sumbangan dari para donatur. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka telah melakukan kegiatan. Jadi, tujuan dari semua kegiatan demo HTI adalah semata-mata untuk mendapatkan uang dari para donaturnya. HTI tidak sungguh-sungguh ingin memperjuangkan kepentingan umat Islam. 

Ujang pun mengkritisi sikap HTI yang plin plan dan tidak konsisten. Di satu sisi, HTI sering mengkritik kapitalisme dan neoliberalisme serta menyalahkan kapitalisme dan neoliberalisme atas semua permasalagan yang melanda umat Islam.

Ironisnya, selama ini para pemimpin dan anggota HTI justru memenjadi agen-agen kapitalisme dan neoliberalisme. Mereka banyak menggunakan dan mempromosikan produk-produk kapitalisme dan neoliberalisme dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bukan saja mereka menggunakan gadget-gadget buatan kaum kapitalis dan neoliberalis, bahkan di dalam kegiatan kaderisasi mereka, mereka juga mencontoh model kaderisasi kaum kapitalis dan neoliberalis. Misalnya, mereka menyebarkan paham-paham radikal mereka melalui internet dan media elektronik lainnya.

Ujang juga menjelaskan bahwa selama ini para tokoh HTI menjadi provokator dan dengan aktif mengadu domba kaum Muslimin Indonesia dengan pemerintah Indonesia yang sah.

Ujang mencontohkan, ketika para tokoh HTI berbicara di depan komunitas radikal (misalnya: para anggota Islamic State/ISIS), mereka mengatakan bahwa pemerintah Indonesia adalah pemerintahan kafir yang harus diganti/dilawan. Akan tetapi, ketika para tokoh HTI berbicara di depan para pejabat Indonesia, mereka mengatakan bahwa HTI tidak menentang pemerintah Indonesia dan HTI ingin membantu pemerintah menumpas kelompok radikal.

Nampaknya HTI sengaja ingin memprovokasi kelompok radikal agar mereka melakukan aksi-aksi teror melawan pemerintah. HTI juga ingin membuat pemerintah sibuk membasmi kelompok radikal agar pemerintah tidak melibas keberadaan HTI.

Di samping itu, para tokoh HTI juga sering mengajak kelompok radikal lainnya untuk berjihad (melakukan aksi-aksi serangan) melawan pemerintah, akan tetapi para tokoh HTI sendiri tidak berani berjihad.

Pada akhir pembicaraan kami, Ujang mengatakan bahwa dengan segala kemunafikan HTI ini, HTI pasti tidak akan berhasil membodohi kaum Muslimin Indonesia. HTI sudah pasti akan gagal dalam menjalankan bisnis/jualan khilafah Islamiyahnya di Indonesia. (BNKRI-069).   
  



Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Kesaksian Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tentang Kebobrokan HTI
Kesaksian Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tentang Kebobrokan HTI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Yp5zsnVX4fggvXP2iCA4NExUzmaAsXUh7totb2mGiPex2x2FuXPN1nXovYu4Ygwn0UDO2gSlRtwFYPjjbvmpZd4sWiRWTgPdva-hCUXZQmn1Y_y-PACNekIc_yOPCU6eg6p616Yy9OM/s640/HTI.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Yp5zsnVX4fggvXP2iCA4NExUzmaAsXUh7totb2mGiPex2x2FuXPN1nXovYu4Ygwn0UDO2gSlRtwFYPjjbvmpZd4sWiRWTgPdva-hCUXZQmn1Y_y-PACNekIc_yOPCU6eg6p616Yy9OM/s72-c/HTI.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/06/kesaksian-anggota-hizbut-tahrir.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/06/kesaksian-anggota-hizbut-tahrir.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy