Pokoknya Bisa Musuhi Pak Dhe Jokowi, Dari Saracen Hingga Cecurut Nasi Bungkus

FaktaIndonesia.id - Saya tergabung dalam banyak grup WhatApps. Dulu 48 grup sy ikuti , sekarang tinggal 36 grup . Diantara grup-grup ters...


FaktaIndonesia.id - Saya tergabung dalam banyak grup WhatApps. Dulu 48 grup sy ikuti, sekarang tinggal 36 grup.

Diantara grup-grup tersebut adalah kaum Saracen penyembah nafsu angkara murka. Lucu-lucu tingkah mereka, setiap postingan di grup yang menyerang, memfitnah, menjelek-jelekkan, menghina, menghujat, mencaci-maki, buanyak sekali yang njempoli.

Semakin galak mengumbar sumpah serapah, semakin ditepuk tangani. Pakai pekik Takbir segala. Semakin garang atau seram, pakai ancaman  menghalalkan darah alias membunuh, semakin disoraki sebagai semangat jihad.

Yang dianggap hebat adalah yang pandai memelintir ayat tentang permusuhan. Si orang yang pandai menghina dan mencaci maka akan dijuluki Singa. Tak tanggung-tanggung, predikatnya adalah Singa Allooh..

Yang dianggap pembela Islam adalah yang paling keji membuat ujaran kebencian atas "musuh-musuh Allah".

Baca juga: Poin Orasi Amien Rais di Aksi 299, Baca Nomer 2, Bener-bener Deh, Serasa Pengen....

Jangan coba-coba berkomentar netral, apalagi menyanggah. Niscaya akan  langsung dihabisi. Tak hanya dibully di dalam grup, bisa pula didatangi rumahnya, diintimidasi dan lalu dipersekusi alias diancam atau dianiaya.

Dikeluarkan dari grup, itu sangat ringan. Dijothak tak disapa lagi, padahal teman lama di dunia nyata, itu masih ringan. Anda akan mendadak auto-kafir apabila berani menyanggah ujaran bengis mereka.

"Kafir Kamu!".
"Bangsat Kamu!, Kecebong Pendukung Kafir!"
"Liberal Kamu!, pendukung Penista Agama!. Batal Aqidahmu!', begitu konsekuensi cacian yang Anda terima jika berani membantah atau mencoba membuat argumen sanggahan.

Beberapa teman sy yang tidak tahan, menangis dan madul ke sy karena diperlakukan begitu. Ada yang sampai terkena tekanan batin sehingga minta perlindungan ke Banser. Terutama wanita, sedih sekali mereka jika sudah dihabisi macam itu di dalam grup berisi manusia Saracen.

Tak peduli sebuah tulisan atau gambar atau video itu hoax, rekayasa penuh dusta atau fitnah belaka, asalkan isinya menjelek-jelekkan Jokowi,  memusuhi Ahok, menghina Kyai Said, mencaci Gus Dur, membully Buya Syafii, pasti dibenarkan dan didukung. Lantas disebarkan ke semua akun media sosial.

Selain tokoh2 tersebut,  daftar musuh yang boleh dibenci dengan tuduhan apa saja adalah Prof. Sayyid Quraish Shihab, KH Ahmad Mustofa Bisri, bahkan Habib Luthfi. Orang-orang ini boleh disebut apa saja sesuka udel mereka.
Sedangkan musuh secara kelembagaan adalah polisi. POLRI.

Dalam satu hari bisa lebih dari 5000 siaran kebencian kepada tokoh-tokoh yang dinilai sebagai Kafir, Syiah, Liberal, Antek Yahudi, Komunis, Keturunan PKI. Mereka bahkan mengendalikan ratusan ribu akun untuk menyebarkan konten kebencian itu, sehingga bisa viral. Ditambah adanya mesin penyebar dan uang untuk membayar iklan di fesbuk agar cepat viral.

Dulu pahlawan mereka adalah Rizieq Syihab dan Bahtiar Nasir. Rizieq dijuluki Singa Alloh atau Imam Besar Umat Islam. Akun-akun pribadi mereka pakai foto sang pahlawan yang katanya keturunan Rasulullah dan ma'sum dari segala dosa itu. Bangga sekali mereka memasang foto si Rizieq, karena sang idola dianggap sebagai manusia suci dari segala noda.

Selain Rizieq, pahlawan mereka adalah Amien Rais. Lalu Buni Yani, bahkan Buni Yani ditahbiskan sebagai "Pahlawan Media Sosial Islam". Egi Sujana termasuk yang disebut punggawa setengah pahlawan.

Namun semenjak Rizieq kabur karena ketakutan chat mesumnya dibongkar polisi dan dia jadi tersangka kasus pornografi, para anggota grup Saracen tidak lagi memasang foto sang pujaan. Singa telah kembali ke padang pasir berkumpul dengan onta nun jauh di mancanegara, maka dicarikan sosok baru untuk dijadikan sosok yang patut disebut sebagai "Pahlawan Islam'.

Baca juga: Aksi Demo 299 Bukan Dakwah atau Jihad, Melainkan Gerakan Politik, Masyarakat Sudah Bosan!

Di masa minggu terakhir September kemarin, ketika Gatot Nurmantyo diberitakan mengucapkan kalimat yang disebut  "mengancam akan menyerbu lembaga negara lain", berpolemik  dengan Menhan dan MenkoPolhukam, dan memerintahkan Pemutaran Film G30S, persis di saat fitnah sedang mendera presiden, yakni Jokowi didakwa komunis atau keturunan PKI, maka kaum Saracen di grup2 WA tersebut langsung menjadikan Panglima TNI sebagai foto profil mereka.

Begitu bangga orang-orang bernama keArab-araban itu memasang foto sang jendral.

Pokoknya siapapun sosok yang mereka anggap memusuhi Jokowi, maka akan dijadikan kawan, lalu diangkat jadi Pahlawan.

Padahal Gatot Nurmantyo tetaplah bagian dari pemerintah dan perintahnya untuk menonton film tersebut didukung oleh Jokowi, bahkan presiden hadir duluan menonton bersama warga di markas tentara. Dan presiden tegas menyatakan akan menggebuk PKI jika berani muncul, serta konsisten mempertahkan larangan terhadap PKI sesuai TAP MPR 25.

Baca juga: Biar Nggak Gagal Loading dan Tebar Fitnah Mulu, Baca 5 Fakta Isu Kebangkitan PKI yang Dirilis SMRC, Jadi Presiden Jokowi....

Anda pasti heran bahkan bisa edan kalau memperhatikan;  mereka tahun lalu mencaci-maki Panglima TNI karena menggelorakan semangat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan, melalui Parade Kebangsaan, Kebhinekaan, dll, kini orang yang sama dijadikan Pahlawan versi mereka.

Anda akan  semakin edan jika mengetahui, orang-orang yang jadi tokoh dan mestinya jadi panutan, ikut-ikutan terhasut fitnah macam itu dan dengan entengnya ikut menyebarkan kebencian buatan Saracen.

Si tokoh-tokoh panutan yang mestinya menjaga kewarasan, ikut-ikutan tidak waras menyebarkan hoax  begitu semangatnya. Mereka menganggap bahwa apa saja yang masuk di grup WA yg mereka ikuti, adalah suatu kebenaran. Dan ikut menyebarkannya adalah sebuah kebaikan. Bernilai pahala alias ganjaran.

Oleh: Ichwan Ndeso

Sumber: Akun FB Ichwan Ndeso


Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Pokoknya Bisa Musuhi Pak Dhe Jokowi, Dari Saracen Hingga Cecurut Nasi Bungkus
Pokoknya Bisa Musuhi Pak Dhe Jokowi, Dari Saracen Hingga Cecurut Nasi Bungkus
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVkTN-9mRwXUfL_hBak9_IoaZ_S-GoCV3d2td4h195tDSlxBKFRy8fMvp7-mCRZc0SgOcCGy02izAdTKOg1hc60n8aMiklzVkb0CVWrF9q_WaNYLYpxbDOm74wTyLoRzo1DeXoQFasMyM/s640/Jokowi+-.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVkTN-9mRwXUfL_hBak9_IoaZ_S-GoCV3d2td4h195tDSlxBKFRy8fMvp7-mCRZc0SgOcCGy02izAdTKOg1hc60n8aMiklzVkb0CVWrF9q_WaNYLYpxbDOm74wTyLoRzo1DeXoQFasMyM/s72-c/Jokowi+-.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2017/10/pokoknya-bisa-musuhi-pak-dhe-jokowi.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2017/10/pokoknya-bisa-musuhi-pak-dhe-jokowi.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy