'Miskin' Inovasi E-Commerence Indonesia Terancam Bangkrut

TEKNO, FaktaIndonesia. COM  ‐‐ Ketatnya persaingan di ranah bisnis e-commerce di Indonesia merupakan imbas dari praktek perang harga yang d...

TEKNO, FaktaIndonesia. COM  ‐‐ Ketatnya persaingan di ranah bisnis e-commerce di Indonesia merupakan imbas dari praktek perang harga yang dilakukan perusahaan sehingga berpotensi menguntungkan konsumen.

Namun, menurut perusahaan analisis pasar International Data Corporation (IDC), perang harga itu akan justru bisa berujung pada kondisi kebangkrutan bagi sejumlah situs e-commerce lokal.

"Pemain industri e-commerce sudah over-crowded yang pada ujungnya akan berakhir di situasi bubble," terang Head of Consulting IDC Indonesia Meriva Munindra di Jakarta, Senin (20/11).

Menurut Meriva, kondisi "bubble" tak akan terjadi apabila pemain industri e-commerce bisa menawarkan inovasi baru bagi konsumen yang selama ini ia nilai sangat minim. Sistem pembayaran adalah satu contoh aspek yang dapat dikembangkan.

Sejumlah situs e-commerce selama ini masih bertumpu pada sistem pembayaran konvensional seperti cash on delivery, transfer, dan internet banking. Berdasarkan hasil studi IDC, opsi tersebut justru menghambat sifat praktis dari layanan e-commerce.

Mereka menilai, sebuah situs e-commerce yang sebenarnya adalah yang melakukan seluruh proses transaksi secara online termasuk pada tahap pembayarannya. Namun, pengertian pembayaran via online juga hanya terbatas pada penggunaan kartu kredit saja, tanpa melibatkan jasa pihak ketiga.

Meriva merujuk kerja sama dengan perusahaan fintech seperti Paypal, Doku, atau Veritrans bisa menjadi kunci inovasi dalam sistem pembayaran e-commerce lokal. Sebab dengan sistem pembayaran saat ini kemudahan bertransaksi untuk konsumen masih sangat terbatas, terutama dalam hal penggunaan kartu kredit.

Penetrasi kartu kredit di Indonesia sendiri merupakan yang terendah di Asia Tenggara. Pada 2015, tercatat hanya 1,6 persen masyarakat Indonesia yang memiliki kartu kredit. Angka itu jauh tertinggal dari Malaysia yang mencapai angka 20,2 persen dan Vietnam sebesar 1,9 persen.

Meski demikian, IDC beranggapan inovasi tak melulu soal cara pembayaran. Country Manager IDC Indonesia Sudev Bangah berpendapat situs e-commerce lokal bisa meniru sistem algoritma Amazon untuk menarik pembeli.

"Kalau kita belanja di Amazon, kita bisa langsung melihat barang-barang yang sesuai selera kita di halaman pertama," tutur Sudev yang ditemui di tempat yang sama.

Sistem itu dimungkinkan karena adanya algoritma pintar yang dapat merekam riwayat aktivitas konsumen saat menjelajah sebuah situs e-commerce. Menurut Sudev, cara itu bisa menarik karakter impulsif konsumen Indonesia.

Dalam riset IDC, definisi e-commerce di Indonesia hingga saat ini masih tidak akurat. Pelaku industri e-commerce saat ini dinilai hanya memanfaatkan platform online sebagai "lapak" untuk memasarkan barang dagang yang sudah ada di toko fisik saja.

Riset mereka juga menemukan bahwa hanya sekitar 13,3 persen pengguna internet dalam negeri yang belanja barang secara online dengan rata-rata pengeluaran berkisar US$50 atau sekitar Rp700 ribu per bulan.

Hingga saat ini pemerintah menyebut nilai transaksi e-commerce mencapai US$18 miliar. Sementara pemerintah mengetahui mematok nilai perdagangan berbasis digital (e-commerce) di Indonesia mencapai US$130 miliar pada tahun 2020.

"Taksiran pasar e-commerce di Indonesia amat sangat berlebihan," pungkas Sudev.

Hal tersebut lantaran adanya cara hitung nilai pasar saat ini dan proyeksinya yang berbeda. Nilai pasar e-commerce di Indonesia menurut IDC hanya mencapai US$200 juta pada 2016. Angka tersebut tentunya jauh dari hitungan pemerintah yang mencapai US$18 miliar. (cnn/surya)



Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: 'Miskin' Inovasi E-Commerence Indonesia Terancam Bangkrut
'Miskin' Inovasi E-Commerence Indonesia Terancam Bangkrut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-xsCjtcVDacsXBdoUYT8kHfJuN0D4Xf9MbUze7TMiXNqMhd6vwd0Rj3WVEhGyhG7Dd8Y1aD2nprIcv7YPdGPlFqTj4NYGlCaCtduv7l3YpWQjQTZlwzebLwfwodrJUXNoDY5eE1z-ZMPS/s640/Screenshot_2016-11-24-09-42-01_com.cnn.indonesia_1479955348110.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-xsCjtcVDacsXBdoUYT8kHfJuN0D4Xf9MbUze7TMiXNqMhd6vwd0Rj3WVEhGyhG7Dd8Y1aD2nprIcv7YPdGPlFqTj4NYGlCaCtduv7l3YpWQjQTZlwzebLwfwodrJUXNoDY5eE1z-ZMPS/s72-c/Screenshot_2016-11-24-09-42-01_com.cnn.indonesia_1479955348110.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/11/inovasi-e-commerence-indonesia-terancam_58.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/11/inovasi-e-commerence-indonesia-terancam_58.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy