Selain warga Yogyakarta, warga Tangerang juga menolak HTI karena HTI anti NKRI, Pancasila, dan UUD 45. FaktaIndonesia, Yogyakarta. Mayori...
![]() |
| Selain warga Yogyakarta, warga Tangerang juga menolak HTI karena HTI anti NKRI, Pancasila, dan UUD 45. |
FaktaIndonesia, Yogyakarta. Mayoritas masyarakat Yogyakarta dikenal sebagai masyarakat yang menghargai toleransi dan keberagaman agama serta budaya. Oleh sebab itu, mereka melakukan perlawanan ketika Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah ormas yang anti NKRI, Pancasila UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, menyebarkan paham anti toleransi di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta.
Selama ini HTI memang diketahui getol menyebarkan paham radikalnya di pergurua tinggi Yogyakarta, seperti di kalangan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Pada bulan April (2016) lalu, seorang reporter BBC sempat berbicara dengan beberapa orang mahasiswa yang rutin mengikuti kajian HTI di ISI.
Mereka mengatakan NKRI yang ada sekarang harus diganti dengan khilafah Islamiyah versi HTI. Begitu juga dengan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Mereka menyatakan ketiganya harus dihapus dari sistem kenegaraan dan kebangsaan Indonesia.
Atas ulah HTI ini, masyarakat Yogyakarta pun, khususnya yang berdomisili di sekitar ISI, melakukan perlawanan.
Melalui laman Facebook ISI, mereka menyebar undangan untuk melakukan aksi damai menolak HTI. Berikut ini bunyi undangannya:
Undangan Terbuka AKSI DAMAI
Mahasiswa dan Masyarakat Sewon MENOLAK KEBERADAAN HTI di Lingkungan Kampus ISI Yogyakarta.
ISI Yogyakarta gelisah oleh gangguan sekelompok orang yang berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yaitu organisasi yang merupakan sebuah gerakan transnasional yang mengusung khilafah dan anti-Pancasila.
Keberadaan gerakan ini menciptakan suasana yang tidak nyaman karena tidak menghargai tradisi, atmosfer, karakter dan kearifan-kearifan lokal yang selama ini tumbuh subur di lingkungan ISI Yogyakarta.
Gerakan sekelompok orang eksklusif ini, dalam waktu yang panjang juga mengancam eksistensi negara.
Untuk merespon situasi di atas, kami mengundang Anda sekalian yang peduli pada masa depan ISI Yogyakarta yang lebih baik untuk melakukan:
AKSI DAMAI MENOLAK KEBERADAAN HTI DI LINGKUNGAN KAMPUS ISI YOGYAKARTA
Pada, Hari: Jumat
Tanggal: 17 Juni 2016
Waktu: 13:00-14:30
Tempat: Halaman Rektorat ISI Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Yogyakarta.
Aksi diawali dengan sholat Jumat bersama di masjid Al Mukhtar ISI Yogyakarta.
Salam budaya!
ISI BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
ISI BERSATU BUBARKAN HTI!
Koordinator Aksi: Tomy W. Taslim (0818465787) dan Marwan (085750175555).
Seorang warga asli Yogyakarta, Muhaimin, mengatakan bahwa langkah masyarakat Yogyakarta ini patut dicontoh oleh masyarakat Indonesia lainnya.
Muhaimin menambahkan bahwa setiap warga masyarakat Indonesia berkewajiban untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika dari rongrongan para penjajah, sekalipun penjajah ini memakai jubah agama seperti HTI.
Ketika reporter FaktaIndonesia.id mencoba meminta tanggapan pihak HTI atas perlawanan masyarakat Yogyakarta di atas, pihak HTI belum bisa dihubungi. (bnkri-0617).
