Ahok menghadiri Musyawarah Daerah DPD Golkar Jakarta. Photo by kompas.com. FaktaIndonesia, Jakarta. Abu Rizal Bakrie (ARB) sepertinya kebe...
![]() |
| Ahok menghadiri Musyawarah Daerah DPD Golkar Jakarta. Photo by kompas.com. |
FaktaIndonesia, Jakarta. Abu Rizal Bakrie (ARB) sepertinya keberatan jika Golkar mendukung Basuki T Purnama (Ahok) sebagai Cagub dalam Pilkada DKI 2017. Informasi yang berhasil dikumpulkan dari kalangan internal Golkar mengindikasikan jika ARB ingin mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai Cagub ketimbang Ahok.
Namun, Keputusan dukungan Golkar pada Ahok ternyata ditentukan oleh Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, bukan oleh Abu Rizal Bakri. Hal ini disebabkan karena salah satu wewenang dari Ketua DPD Golkar DKI adalah memutuskan akan mendukung siapa dalam Pilgub DKI 2017.
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Jakarta sendiri hari ini sedang menggelar Musyawarah Daerah dengan salah satu agenda memilih Ketua DPD. Ada dua orang yang bersaing untuk menduduki posisi tersebut.
Keduanya adalah Fayakhun Andriadi dan Taufan Eko Nugroho Rotorasiko. "Sekarang ada dua calon, satu saudara Fayakhun, satu saudara Taufan Semua yang terpilih nanti kita persilakan melakukan langkah-langkah program secepatnya," kata Ketum Golkar Setya Novanto di Kantor DPP, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (19/6/2016).
Dari antara Fayakhun atau Taufan inilah yang akan menentukan nasib Ahok apakah tetap didukung Golkar atau tidak dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti.
"Kita lihat yang terpilih (calon Ketua DPD DKI), silakan saja siapa yang akan kita dukung calon-calonnya (gubernur). Dan nanti DPP pusat juga akan mempertimbangkan apa yang jadi keputusan DPRD yang terpilih nanti," kata Novanto.
Fayakhun sendiri pernah disebut Ahok mendukung dirinya dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 nantinya. Sementara untuk Taufan memang belum tercatat pernah menyampaikan sikapnya di Pilgub DKI Jakarta.
Taufan merupakan menantu dari Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Sementara itu Ical agaknya masih belum setuju bila Golkar mendukung Ahok. (detik/bnkri-0619).
