FaktaIndonesia.id - Pengalaman mudik Lebaran 2018 yang tidak mengenakan keluar dari penuturan politikus Partai Gerindra Habiburokhman, tent...
FaktaIndonesia.id - Pengalaman mudik Lebaran 2018 yang tidak mengenakan keluar dari penuturan politikus Partai Gerindra Habiburokhman, tentang pengalaman mudiknya dari Jakarta menuju Lampung.
Habiburokhman mengatakan mudik yang dialami tahun ini ibarat mudik neraka. Pasalnya, saat dia membawa kendaraan pribadinya melalui Pelabuhan Merak di H-2 Lebaran, dirinya terjebak macet.
"Mobil saya nyangkut (terjebak macet) dari habis sahur sampai jam 12.30 siang baru naik kapal, itu lancar apanya. Itu namanya neraka mudik lah gitu," kata Habiburokhman.
Ucapan Habiburokhman itu pun ditepis Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Beredar pula foto yang menunjukkan kalau Habiburokhman terdaftar sebagai penumpang pesawat. Habiburokhman lalu memberi penjelasan.
Menurut Habiburokhman, dia memang mudik ke Lampung lewat jalur udara, sementara mobilnya yang disebutnya harus menunggu lama untuk masuk ke kapal di Merak dibawa oleh sopirnya.
"Lah kan memang yang macet itu mobil saya yang dibawa oleh sopir saya, memang fakta macet," ujar Habiburokhman kepada detikcom, Selasa, (19/6/2018).
Habiburokhman juga merujuk kondisi kemacetan di pelabuhan Merak pada Rabu (13/6) dini hari saat kendaraan yang mengantre masuk Pelabuhan Merak sempat menyentuh gerbang exit tol. Dia mengaku hal itu sudah dijelaskannya sewaktu konferensi pers.
"Yang bawa mobil bukan saya tapi sopir saya, saya kan waktu konpers sangat jelas bilang saya naik pesawat karena macet di Merak," ucapnya.
Sebelumnya, Habiburokhman mengaku mudik tahun ini seperti neraka. Dia menuturkan, mobilnya harus menunggu lama untuk bisa masuk ke kapal.
"Mobil saya nyangkut dari habis sahur sampai jam 12.30 siang baru naik kapal gitu loh, itu lancar apanya. Itu namanya 'neraka' mudiklah gitu," di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/6) kemarin.
Baca juga: Habiburokhman Sebut Mudik 'Neraka', Menhub: Mungkin Salah Jalan
Menhub Budi Karya Sumadi pun menepis pernyataan Habiburokhman itu. Menurut Budi, saat H-2 Lebaran, tidak ada keluhan dari masyarakat seperti yang dikatakan Habiburokhman.
"Jadi saya sudah klarifikasi sama Dirut Merak, malah Dirut bilang 'jangan tanya saya deh' tanya sama warga," kata Budi kepada wartawan di Terminal 1 Bandara Soetta, Tanggerang, Selasa (19/6).
"Jadi hari itu H-2 tidak ada sama sekali komplain, jadi kalau komplain biasanya orang itu beli online, dan salah jalan mungkin dia ke mana dulu gitu," tegas dia.
Sementara itu merespons hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI), M Adnan RS mengungkapkan, pernyataan Habiburokhman tersebut menunjukkan kepanikan dan politik yang tak cerdas.
Menurut Adnan, motif Habiburokhman jelas hanya ingin 'mendowngrade' pemerintah untuk menahan laju elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang pendaftaran Pilpres 2019.
"Ujungnya pasti soal politik, jadi tak perlu didengarkan pendapat orang sirik dengan tujuan politik yang tak cerdas seperti ini, rakyat sudah pintar menilai mana keberhasilan dan mana yang hanya bisa teriak tanpa melakukan apa-apa untuk rakyat," ucap Adnan, Selasa (19/6/2018).
Seperti diketahui banyak muncul apresiasi dari pemudik atas kelancaran mudik tahun 2018 ini seperti yang banyak beredar seperti di Prambanan Klaten, di Karanganyar Solo, TMII, Ancol.
Terakhir apresiasi Diana, pemudik asal Bogor di kawasan Wisata the Jungle Senin 18 Juni 2018 saat ditemui relawan. Diana mengungkapkan, tahun ini perjalanan mudiknya lebih enak karena kemacetan juga berkurang dibanding tahun kemarin dan perjalanan jadi lebih nyaman.
"Saya berharap pemerintahan Pak Jokowi tahun depannya dibuat jalan lebih nyaman lagi dan jalan yang belum selesai agar segera diselesaikan, karena sangat dirasakan warga saat mudik," ujar Diana.
(Okezone/Detik.com)
