Memainkan 4 Isu Ini, Gerinda Yakin Prabowo Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019

Joko Widodo VS Prabowo. Image: Kompasiana FaktaIndonesia.ID -   Partai Gerindra telah menatap pertarungan Pilpres 2019. Partai berlambang bu...

Joko Widodo VS Prabowo
Joko Widodo VS Prabowo. Image: Kompasiana
FaktaIndonesia.ID -  Partai Gerindra telah menatap pertarungan Pilpres 2019. Partai berlambang burung Garuda ini telah memutuskan untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres yang baru akan digelar tiga tahun lagi itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bahkan mengaku optimistis partainya berhasil menumbangkan PDIP sebagai partai penguasa saat ini. Dia lebih optimis menatap Pilpres ketimbang Pilgub DKI 2017 yang sudah di depan mata.

"2019 kita optimis, yakin menang. Kalau Pilgub DKI kan tergantung pasangannya," kata Fadli Zon saat berkunjung ke redaksi merdeka.com di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/9) lalu.

Gerindra memang bisa dibilang yang paling konsisten bersama PKS berada di luar pemerintah sejak Pilpres. Sementara partai lain yang dulu satu kubu di Pilpres 2014, seperti Golkar, PAN, PPP sudah merapat ke pemerintah. Sementara Demokrat, menempatkan diri di tengah sebagai penyeimbang.

Sejak Jokowi pimpin pemerintahan, Gerindra menjadi salah satu partai yang kerap mengkritik kebijakan eksekutif. Deretan kebijakan Jokowi selalu menjadi sorotan. Tak heran, Gerindra merasa optimis menang Pemilu 2019 karena kepemimpinan Jokowi yang dinilai belum memuaskan dari segi politik, ekonomi dan lainnya.

Baca: Diduga Punya Agenda Politis, Tablig Akbar Dan Doa Bersama Kelompok Ini Dibatalkan Pengelola Istiqlal

Berikut 4 hal yang bikin Gerindra yakin Prabowo bisa kalahkan Jokowi di 2019:

HIDUP RAKYAT MAKIN SUSAH

Salah satu kinerja yang disoroti pemerintah adalah persoalan ekonomi. Fadli Zon mengaku selalu mendapatkan keluhan dari masyarakat di daerah bahwa di era Jokowi, hidup semakin sulit.

"Hidup makin lama makin susah, tapi angka yang dibeberkan pemerintah optimis, seperti pertumbuhan ekonomi dan lainnya. Tidak tercermin dari realita di lapangan," kata Fadli Zon di kantor redaksi merdeka.com.

Begitu juga soal ekonomi kerakyatan. Hidup petani dan nelayan dinilai makin susah. "Mereka tidak tahu mau jual ikan ke mana," cetus dia.

Baca: Luar Biasa Menteri Susi Menerima Penghargaan Kelas Dunia

Dari ratusan warga yang ia temui saat berkunjung ke dapil, Fadli Zon mengaku tak satupun warga yang mengatakan bahwa hidup semakin mudah.

"Cari uang susah, cari pekerjaan susah," kata Fadli menirukan keluhan masyarakat.

GONJANG-GANJING POLITIK DI PEMERINTAH

Gonjang ganjing politik yang terjadi di pemerintahan Jokowi-JK salah satu keuntungan bagi Partai Gerindra. Gonjang ganjing yang dimaksud, soal pergantian belasan pos menteri dalam dua tahun, hingga pelantikan warga negara Amerika Arcandra Tahar sebagai menteri.

Belum hilang kasus Arcandra, Jokowi keluarkan Inpres pemotongan anggaran kementerian dan lembaga demi efisiensi ekonomi yang sedang buruk. Jokowi dinilai langgar UU, sebab pemotongan anggaran tak bisa lewat Inpres, melainkan harus dibahas dengan DPR lebih dulu dengan RAPBN-P jilid II.

Jauh hari, Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa sudah memprediksi gonjang ganjing pemerintah bakal menguntungkan partainya.

"Semakin banyak pemerintah mempertontonkan keburukannya, maka partai saya (Gerindra) boleh juga dapat keuntungan kita," kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2015 lalu.

JOKOWI LEBIH FOKUS URUSI POLITIK DARIPADA EKONOMI RAKYAT

Gerindra mengapresiasi kesuksesan pemerintah merangkul Golkar, PAN dan PPP untuk bergabung di eksekutif. Meskipun sedikit menyindir bahwa dukungan itu terjadi pasca pecah belah yang dilakukan Kemenkum HAM pada Golkar dan PPP era Aburizal Bakrie dan Suryadharma Ali.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono salah satu yang mengkritik Jokowi lebih sibuk urus politik rakyat. Dia menilai, dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi masih banyak pekerjaan rumah yang perlu belum diselesaikan.

"Hari ini Pak Jokowi jangan mikir maju dulu (Pilpres 2019) tapi memperbaiki perekonomian. Pak Jokowi sudah tidak optimal, keuangan lagi sakit. Pak Jokowi sepertinya rajin, aktivitas beliau belum menghasilkan apa-apa, lebih baik fokus dulu ngurus negara," ujarnya kepada wartawan saat dihubungi, Jakarta, Rabu (1/6) lalu.

Jokowi perlu mencontoh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di mana pada periode pertama pemerintahannya fokus memperbaiki negara.

Baca: Amerika dan Sekutu Serang Suriah, 80 Tentara Suriah Tewas

"Kayak SBY fokus dulu ngurusin ekonomi negara dan Pak SBY, tidak mengacaukan partai politik, tidak mengadu domba. Tidak ada parpol yang pecah hingga akhir masa jabatannya," jelas Arif.

PHK DI MANA-MANA

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Roberth Rouw mengkritik kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang ekonomi. Khususnya terkait maraknya PHK yang terjadi pada ribuan buruh di Indonesia.

Dia menyinggung pernyataan Jokowi pada Agutus 2015, yang menyebut kondisi ekonomi nasional akan meroket. Nyatanya, saat ini pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana.

"Iklim ekonomi saat ini tidak kondusif dan banyak investor yang mem-PHK karyawannya. Jadi pemerintah harus melihat permasalahan itu. Katanya ekonomi kita meroket, tapi PHK di mana-mana sekarang. Jadi yang meroket itu adalah PHK-nya bukan ekonomi nasionalnya," kata Roberth di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2).

Baca: Politisi Gerindra ini Yakin Prabowo Presiden 2019 Gulingkan Jokowi

Roberth menjelaskan, saat ini terjadi isu PHK besar-besaran di sejumlah daerah akibat banyaknya perusahaan besar yang menutup usahanya di Indonesia. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

"Kabarnya itu buruh atau pekerja mau diganti robot semua. Jadi yang terjadi nanti tenaga kerja asing itu robot semua, banyak pengangguran nantinya," ucap Ketua DPP Partai Gerindra ini. (Sumber: Merdeka.com)





Name

#AksiJokowi,4,#BaladaCintaRizieq,10,#HariHariAhok,2,#NovelBaswedan,3,#VonisAhok,7,Advetorial,1,Ahmad Dhani,3,Ahok,26,Ahok Tersangka,21,Al-Maidah 51,37,Amerika,4,Anies Baswedan,2,Antasari,2,Anti Hoax,2,Anti Korupsi,2,Anti-Hoax,6,Bahar bin Smith,1,Balada Cinta Rizieq,1,Basuki Tjahaja Purnama,8,Bekasi,1,Berita,1455,BNPT,1,Bogor,3,Buni Yani,12,Buni Yani Tersangka,7,Buya Syafi'i,1,Cybercrime,5,Debat Capres-Cawapres,1,Demo 2 Desember,14,Demo 212,6,Demo 25 November,1,Demo 4 November,1,Demo 411,1,Demo Ahok,53,Denny Siregar,2,Densus 88,3,Donald Trump,4,DPR,1,Education,6,Ekonomi,66,Entertainment,28,Fadli Zon,2,Fahri Hamzah,3,Fahri Hazah,1,Fakta Seputar,5,Featured,71,Film,1,Finance,3,First Travel,1,FPI,7,G30S/PKI,1,Gadget,1,Gempa Aceh,4,GNPF-MUI,1,Golkar,1,Goyang Maumere,1,Gus Dur,2,Gus Mus,2,Habib Rizieq,1,Haul Gus Dur,2,Headlines,88,Health,35,Heboh,1,Historia,1,HMI,4,Hoax or Not,11,Humor,6,Ibas,1,Indonesia,5,Indonesiana,6,Inspirasi,36,Internasinal,1,Internasional,161,Internet Positif,1,Islam,30,Iwan Fals,1,Jabodetabek,1,Jakarta,429,Jawa Barat,2,Johan Budi,1,Joko Widodo,2,Jokowi,16,Jonru,5,Jusuf Kalla,1,KAHMI,1,Kalijodo,1,Kalimantan,1,Kasus,1,Kasus Korupsi,1,Kasus Makar,2,Kebangsaan,1,Kemendikbud,1,Kepoin Aja,3,Kivlan Zein,1,Kolom,19,Kolom Agama,24,Kolom Humaniora,6,Kolom Pendidikan,1,Kolom Politik,34,Korupsi,1,KPK,3,KPU,1,Kriminal,192,Kriminalisasi Ulama,1,Kronologi,1,Kuis Jokowi,1,Kultwit,1,Lalu Lintas,1,Life Style,20,Lowongan,1,Lukman Hakim Saifuddin,1,Makar,1,Metro Channel,2,Mobile,1,Mubahalah,2,Nahdlatul Ulama,4,Nasional,1689,Natal,1,News,1244,News. Nasional,1,Non Tunai,1,Novel Bamukmin,1,NU Care,1,Ojek Online,1,Opini,178,Oponi,1,Otomo,3,Otomotive,1,Pemerintahan,1,Pemilu Amerika,2,Pendidikan,22,Perang Dunia Ke-III,1,Peristiwa,1,Pilgub DKI,9,Pilkada,53,Pilkada 2017,14,Pilkada Bekasi,2,Pilkada DKI,125,Pilkada Jabar,1,Pilkada Jakarta,36,Pilpres,14,PKS,1,PMII,1,Polisi,1,Politik,895,Polri,2,Prabowo,1,PT DGI,1,Quiz,1,Ragam Nusantara,4,Religi,10,Rizieq Shihab,5,Rohingya,1,RPTRA,1,Saracen,3,SBY,8,Science,8,Semarang,1,Senayan,1,Senggang,1,Serba-serbi,6,Setya Novanto,2,Sidang Ahok,12,Sosial Budaya,18,Sport,9,Sumanto Al-Qurtubi,1,Sumpah Pemuda,1,Surat Terbuka,1,Tekno,48,Teori Konspirasi,1,Terorism,3,Terorisme,11,TIK,1,Timnas,1,Tito Karnavian,1,TNI,3,Toleransi,1,Transkrip,1,Travel,25,Trend Sosial,63,Trial,1,TurnBackHoax,1,Ulasan,2,UU Pemilu,1,Video,17,Viral,77,Vonis Ahok,2,Wakil Rakyat,1,Wawancara,2,Zakir Naik,2,
ltr
item
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan: Memainkan 4 Isu Ini, Gerinda Yakin Prabowo Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019
Memainkan 4 Isu Ini, Gerinda Yakin Prabowo Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdd-goUSSBJp6XbmjREdbpLP_h0t5QP-oqo6zBDI3oRjqpmMJNeIhps7lRMp8Swz8gVsw9AAZL59jVxa0-nHcgQpUTsA4lr5HDUkq0yy7oyu2C43YxwjeDbbZkujIl_OfWaLlqgEMhzxo/s640/Jokowi+VS+Prabowo+di+Pilpres+2019.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdd-goUSSBJp6XbmjREdbpLP_h0t5QP-oqo6zBDI3oRjqpmMJNeIhps7lRMp8Swz8gVsw9AAZL59jVxa0-nHcgQpUTsA4lr5HDUkq0yy7oyu2C43YxwjeDbbZkujIl_OfWaLlqgEMhzxo/s72-c/Jokowi+VS+Prabowo+di+Pilpres+2019.jpg
FaktaIndonesia.id - Berita Fakta Indonesia Pilihan
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/09/memainkan-4-isu-ini-gerinda-yakin_18.html
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/
https://kompasnewscom.blogspot.com/2016/09/memainkan-4-isu-ini-gerinda-yakin_18.html
true
1123746350529315679
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy